Berdasarkan laporan ahli mikrobiologis asal Universitas
Colorado Boulder, Dr Noah Fierer, rumah dengan segala macam tempat di
dalamnya diperkirakan memiliki sekitar 2.000 spesies bakteri.
Hal itu kemudian membuat rumah tak ubahnya sebagai sebuah kebun binatang
bakteri. Rumah terkadang menimbulkan alergen bagi para penghuninya.
Berikut ini beberapa cara untuk menghilangkan bakteri dan alergen dari dalam rumah.
1. Perbarui penghisap debu
Jika Anda telah menggunakan penghisap debu yang sama dalam kurun waktu
puluhan tahun, sudah waktunya untuk segera memperbaruinya.
Penghisap debu lama Anda bisa memuntahkan kembali debu halus dan
puing-puing yang sudah dihisap kembali ke udara sehingga menimbukan
alergen.
Sebagai saran, ketika memutuskan untuk membeli atau memperbarui
penghisap debu, Anda bisa memilih yang telah menggunakan teknologi
filter bernama high efficiency particulate air (HEPA).
Teknologi filter tersebut mampu membuat bakteri dan alergen lainnya terjebak dalam penghisap debu.
2. Perhatikan tempat tidur
Ketika berada di atas kasur pada malam hari, Anda akan bersinggungan
langsung dengan seprai yang mengandung kemungkinan besar jamur, bakteri,
dan bahkan bulu hewan peliharaan sehingga menimbulkan alergi.
Oleh karena itu, Anda sebaiknya mencuci seprai dan bed cover setiap
seminggu sekali dengan menggunakan air panas bersuhu 54 derajat celsius.
Untuk proteksi lebih, Anda juga bisa menggunakan seprai anti debu dan tungau untuk mencegah munculnya pemicu alergen di kasur.
Selain itu, Anda juga mesti menjauhkan hewan peliharaan dari tempat tidur.
3. Bersihkan debu-debu di dalam rumah
Seringkali Anda dengan mudah mengabaikan debu-debu atau kotoran di sudut rumah tanpa memikirkan bahayanya.
Debu-debu atau kotoran tersebut bisa saja merupakan kumpulan dari bulu
binatang dan sampah serangga yang bisa memicu penyakit pernapasan.
Maka dari itu membersihkan segala macam debu dari rumah sangatlah krusial terlebih saat musim tak menentu seperti sekarang.
Guna mengurangi jumlah debu dan alergen di dalam rumah, Anda bisa melakukan pembersihan setidaknya seminggu sekali.
Namun, jika alergi yang Anda alami makin parah, bisa memasang pembersih udara di dalam rumah Anda.
4. Tetap tutup jendela dan ganti penyaring udara
Membuka jendela untuk mendapatkan udara segar di dalam rumah memanglah baik, namun di musim yang tak menentu dan pancaroba saat ini hal itu justru memberikan mimpi buruk.
Pasalnya, udara yang masuk belum tentu udara bersih dan nantinya malah menyebabkan alergi atau penyakit bagi Anda dan keluarga.
Selama musim seperti ini, Anda sebaiknya tetap menutup jendela rumah dan tetap berpegang pada pusat udara untuk menjaga rumah tetap dalam kondisi sejuk .
Membersihkan ruangan atau karpet menggunakan penyedot debu (vacuum
cleaner), memang praktis. Namun, Anda harus memastikan telah
menggunakannya dengan benar. Selain itu Anda juga disarankan untuk
memeriksa dan mengganti penyaring udara di pemanas dan ventilasi untuk
mencegah kotoran atau debu berkumpul di sekitar rumah.
5. Letakkan tanaman di depan rumah
Tanaman kerap memiliki cara untuk membuat tampilan rumah cerah dan segar , tetapi tanaman juga bisa menjadi salah satu media penghambat bagi jamur atau alergen lainnya tumbuh.
Untuk mencegahnya, letakkan tanaman Anda di bagian rumah yang memiliki
sirkulasi udara baik, seperti misalnya bagian depan rumah.... BACA SELENGKAPNYA >>> http://blog.citragran.com/content-207-cara-buat-rumah-bebas-debu-dan-bakteri.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar