Senin, 29 Januari 2018

10 INSPIRASI RUANG BAWAH TANGGA YANG SPEKTAKULER!



Memiliki rumah  bertingkat tentunya menjadi tantangan sendiri bagi Anda. Apalagi, area bawah tangga biasanya sering terabaikan dan menjadi pojok yang kurang dimanfaatkan secara optimal. Padahal, bagian ruangan yang sering diremehkan ini dapat diubah menjadi lebih fungsional, mulai dari menjadi ruang penyimpanan pakaian, ruang bersantai, atau bahkan penempatan tanaman dan karya seni.
Anda tidak perlu khawatir, untuk menyiasati hal tersebut, homify sediakan beragam inspirasi ruang bawah tangga yang dapat Anda coba sendiri di rumah. Pastinya, pilihan dari desainerdi homify tidak akan mengecewakan Anda. Penasaran? Bersiap-siaplah untuk menconteknya sembari terpukau! 

1. Tempatkan cermin besar di bawahnya

 Koridor dan lorong by Clean Design
Clean Design
Kehadiran cermin di bawah tangga dapat membantu Anda jika terburu-buru akan keluar rumah tetapi belum sempat berdandan. Selain fungsional, cermin ini juga dapat digunakan sambil lalu! Selain itu, menempatkan sebuah bangku kecil juga dapat menyenangkan, agar tamu Anda dapat duduk di mana saja.

2. Lemari pakaian tersembunyi

 Koridor dan lorong by Chase Furniture
Chase Furniture

Kekurangan ruang penyimpanan pakaian? Ruang bawah tangga dapat Anda manfaatkan sebagai lemari. Untuk menjaga privasi, usahakan letak lemari tersebut cukup tersembunyi dan menempel dengan dinding bawah tangga. Anda pun dapat segera mengambil pakaian kapan saja.

3. Aksen warna-warni dengan ruang bersantai di sampingnya
 Koridor dan lorong by HPONCE ARQUITECTOS
HPONCE ARQUITECTOS
Bagi Anda yang suka dengan warna-warna cerah, memberikan unsur dekoratif pada bagian bawah tangga juga tidak ada salahnya. Selain menarik, dinding pun terlihat lebih menyegarkan. Apalagi, jika Anda tambahkan ruang bersantai di bawahnya. Suasana bersantai pun tampak berbeda!

4. Ruang kerja di bawah tangga? Kenapa tidak?

 Koridor dan lorong by Hugh Jefferson Randolph Architects
Hugh Jefferson Randolph Architects
Memanfaatkan ruang bawah tangga tidak melulu harus dengan ruangan santai atau aksen dekoratif. Memanfaatkannya sebagai kantor pun juga dapat Anda lakukan. Lengkapi dengan pintu geser kayu jika sewaktu-waktu Anda membutuhkan privasi lebih.

6 TIPS MEMILIH LANTAI KAYU SESUAI DENGAN HUNIAN ANDA



Sebelum membeli Lantai kayu untuk hunian anda, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih lantai kayu agar anda tidak salah memilih sehingga menyesali pemilihan lantai kayu untuk hunian anda.

agar mempermudah dalam memilih lantai kayu anda harus paham dulu sebenarnya apa sih lantai kayu itu? lantai kayu adalah jenis lantai yang terbuat dari kayu yang dicetak kemudian disatukan untuk dijadikan penutup lantai.

Lantai kayu dipilih karena beberapa hal yaitu kenyamanan, Kemewahan, Kealamian, keasrian, keeleganan, kebersihan dan Motif yang ditimbulkan. Oleh seba itu bagi anda yang sedang mencari lantai kayu yang cocok dengan keinginan anda sebaiknya simak beberapa tips memilih lantai kayu yang akan diuraikan berikut ini :

1 Bagi anda yang membutuhkan Lantai kayu Untuk kemewahan dan keasrian Hunian

bagi anda yang membutuhkan lantai kayu untuk kemewahan, keelaganan, keasrian dan tidak memperdulikan berapapun harga dari lantai kayu tersebut sebaiknya anda memilih lantai kayu yang benar-benar berkualitas serta memiliki corak yang begitu Indah.

Anda bisa memilih lantai kayu dari kayu Jati, atau sonokeling. kedua jenis kayu ini memiliki kualitas yang sudah tidak diragukan lagi serta memiliki corak yang benar-benar Beautiful. beberapa situs perkayuan menyebutkan bahwa kayu Jati merupakan kayu dengan corak paling Indah serta beberapa situs banyak sekali menjual jenis olahan kayu dari kayu sonokeling karena memiliki corak yang bagus.

kedua jenis kayu ini bisa anda pilih sebagai penutup lantai rumah anda  karena bisa memberikan kesan mewah serta keasrian yang benar-benar terpancar. meskipun sebetulnya harga dari jenis kayu Jati dan Sonokeling ini tergolong mahal yaitu untuk ukuran 1,5 x 9 x 30-90 cm /pcs dijual antara Rp. 400.000 - 600.000 /m2.
Tips Memilih lantai kayu sesuai dengan Hunian Anda

Tips Memilih lantai kayu sesuai dengan Hunian Anda


2 Bagi anda yang membutuhkan Lantai kayu Untuk Diterapkan Diluar ruangan

Untuk kategori ini mungkin sudah banyak orang yang mengetahuinya. karena kami memiliki kategori tersendiri untuk lantai kayu yang diterapkan diluar ruangan yaitu lantai kayu outdoor. Harus anda ketahui bahwa lantai kayu yang akan diterapkan di luar ruangan haruslah lantai kayu yang memiliki ketahanan terhadap perubahan cuaca serta tingkat kekerasan yang sangat luar biasa agar kayu tidak mudah berubah bentuk (melenting).

maka dari itu, bagi anda yang membutuhkan lantai parket untuk simpan diluar ruangan sebaiknya Gunakan Decking Bengkirai, Decking kayu Merbau atau decking kayu Ulin Kalimantan, karena ketiga kayu ini merupakan kayu keras dan tahan terhadap perubahan cuaca (meskipun kita tidak bisa melawan kehendak alam)
Tips Memilih lantai kayu sesuai dengan Hunian Anda


3 bagi anda yang membutuhkan lantai parket kayu untuk Anak tangga rumah

bagi anda yang sedang mencari lantai kayu untuk diterapkan ditanggal, sebaiknya gunakan saja papan tangga kayu. keuntungan menggunakan papan tangga kayu adalah corak yang timbul dari kayu bisa lebih terlihat serta anda bisa langsung menerapkan papan tangga tanpa membutuhkan penyangga lain (papan tangga gantung)

ada dua jenis papan tangga yang bisa anda gunakan yaitu papan tangga kayu Merbau dan papan tangga kayu Jati. kedua jenis lantai kayu ini sangat bagus karena merupakan jenis kayu berkualitas dengan tingkat kekerasan yang sangat baik.

anda juga bisa menggunakan lantai parket untuk diterapkan diatas anak tangga rumah anda , namun kelemahan menggunakan parket adalah anda tidak bisa begitu menerapkannya secara digantung. (harus menggunakan alas beton)

Selengkapnya : http://blog.citragran.com/content-1263-6-tips-memilih-lantai-kayu-sesuai-dengan-hunian-anda.html

Jumat, 26 Januari 2018

INI TIPS MENDESAIN DAPUR DAN KITCHEN SET YANG BENAR



Mendesain kitchen set membutuhkan pengukuran yang matang, bukan sekedar model dan warna yang cantik. Desainer interior yang baik memiliki standar ukuran ideal berdasarkan ilmu ergonomik. Ilmu ergonomik sendiri adalah ilmu yang mempelajari tentang dimensi tubuh manusia.
Pada proses perancangan, ukuran kitchen set harus disesuaikan dengan ukuran manusia. Untuk standarisasi, rata-rata tinggi manusia yang digunakan oleh patokan adalah 170cm-180cm. Dengan demikian, tinggi kitchen set tidak boleh lebih 227,5cm. Tujuannya agar orang dewasa tidak kesulitan menjangkau tempat teratas maupun laci terbawah dari kitchen set tersebut.
  
 Ilustrasi pengukuran mengenai tinggi, panjang, dan lebar kitchen set yang disesuaikan dengan tubuh manusia.
 Kitchen set akan terbagi menjadi tiga yaitu lemari penyimpanan di bagian atas, countertop (bagian ‘meja’ dapur yang datar dan terbuka), kompor, dan wastafel di bagian tengah, serta laci-laci di bagian bawah.
Lemari atas: Bagian terbawah dari lemari bagian atas ini tak boleh lebih rendah dari 82,5cm dari lantai. Dengan begitu, saat pintu lemari di buka, orang dewasa bisa langsung melihat apa yang ada di dalamnya. Jika terlalu rendah, kepala orang dewasa bisa terantuk saat melakukan kegiatan seperti mengiris, memblender, dan lain-lain di countertop.
Bagian tengah: Permukaan countertop, kompor, dan wastafel untuk cuci piring tidak boleh lebih rendah dari 62,5cm dari lantai. Jika terlalu rendah, orang dewasa harus membungkuk saat beraktivitas sehingga membuatnya cepat lelah.
Dengan tinggi 62,5cm, orang dewasa bisa melakukan berbagai hal seperti memasak, mencuci piring, mengiris bahan makanan dalam posisi tegak dan rileks.
Bagian bawah: Sebagai patokan, harus ada sedikitnya ruang kosong berjarak 120cm antara kabinet dengan orang yang berdiri di depannya. Tujuannya, saat laci terbuka, masih ada cukup ruang bagi orang di dapur untuk bergerak.
Dikutip dari laman Rumah.com, Selasa (5/4/2016) Fransisco Theo, membagi kitchen set dalam enam tipe desain. Berikut ulasan keenam tipe tersebut yang bisa Anda terapkan di rumah.
Tipe Single Line
 Contoh desain kitchen set dengan model single line.
Contoh desain kitchen set dengan model single line (source: pixabay.com)
Bentuk ini merupakan bentuk paling sederhana yang biasa diterapkan di rumah-rumah berukuran kecil dan menengah. Di sini countertop, kompor, dan sink berada dalam satu baris (single line).
Apabila Anda hendak mencari apartemen dan rumah yang berukuran sedang, harga terjangkau klik di sini.
Tipe Double Line
contoh desain double line kitchen set (source: har.com)
Desain double line kitchen set (source: har.com)
Tipe kitchen set ini sering disebut juga dengan bentuk koridor. Model ini sangat membantu untuk mempermudah pemisahan antara counter top dengan kompor dan wastafel.
Tipe L
Contoh desain kitchen set tipe  L (source: kitchenaid.com)
Contoh desain kitchen set tipe L (source: kitchenaid.com)
Model ini merupakan bentuk kitchen set yang paling sering digunakan karena dianggap paling fungsional dan optimal. Jalur sirkulasi pada dapur L relatif lebih nyaman. Model kitchen set ini bisa diterapkan pada ruang dapur yang sempit.
Tipe U

12 TIPS JITU MENATA RUANG DALAM RUMAH KECIL AGAR MENYENANGKAN, FUNGSIONAL SERTA MODERN



Saat ini mempunyai rumah  kecil sudah menjadi gaya hidup. Namun yang menjadi masalah adalah bagaimana menata rumah kecil itu menjadi sebuah rumah nyaman serta mampu memenuhi kebutuhan ruang beraktifitas dan beristirahat bagi penghuni.

Dalam buku ide kali ini ini, kami akan memberikan12 tips menata ruang dalam rumah kecil dan apa yang dapat kita lakukan di setiap ruang sehingga rumah menjadi tempat yang menyenangkan, fungsional, dan modern.

Mari kita lihat.

1. Mencampur gaya
Banyak yang beranggapan bahwa gaya minimalis adalah sebuah solusi saat menata rumah kecil. Hal ini sering diartikan, gaya minimalis berarti mengurangi perabot dan ornamen secara maksimal, yang menyita ruang. 

Namun, agar terlihat stylish kita bisa mencampurnya dengan gaya lain yang akan sedikit menghibur lingkungan. Jika Anda hanya meletakkan sofa dan meja kopi di ruang tamu, ruang itu mungkin akan terlalu dingin dan tidak bersahabat. Ambil warna dan tekstur ke ruang melalui bantal, karpet, selimut, gambar, dll.

2. Furnitur 
 Seringkali yang kita lakukan untuk ruang kecil adalah membeli perabotan dengan ukuran standar dan mencoba menyesuaikannya dengan ruang. Namun kita lupa bahwa ada para profesional yang berdedikasi untuk merancang dan membuat furnitur yang dapat menyesuaikan dengan dinding yang akan membuat ruang tampak lega serta fungsional.
3. Partisi untuk membagi ruang
Pilihan yang baik untuk memisahkan aktivitas di dalam rumah adalah melibatkan integrasi struktur vertikal ringan yang memisahkan ruang secara virtual atau material tanpa merampas ruang lantai. Solusi ini memiliki keuntungan karena bisa menciptakan dua lingkungan yang berbeda – satu di setiap sisi partisi.

4. Memilih gaya loteng 
Pikirkan rumah Anda sebagai loteng dan pisahkan ruangan hanya dengan perabotan, manfaatkan ketinggian untuk menciptakan perpecahan tambahan. Anda juga bisa menikmati tekstur bahan bangunan, seperti batu bata, dan meminjamkan gaya industri ke area ini.

5. Tidak mengintegrasikan televisi secara fungsional 
 Kami hampir selalu memasang televisi di atas perabot, namun mengingat teknologi sekarang adalah layar yang sangat tipis dan ringan, kami bisa memasangnya di dinding pemisah antara ruang tamu dan ruang makan, di atas perapian atau dalam sistem berputar yang melayani dua area. .

6. Jangan pak benda cerdas
Mengingat bahwa kita tidak mampu memasang banyak kabinet dengan panjang dan lebar dalam ruang sempit, pilihan yang bagus adalah
membuat platform di ruangan dan memanfaatkannya untuk menempatkan laci, seperti yang ditunjukkan pada gambar. Pertimbangkan juga bagaimana cara penyimpanan sepeda. 
7. Gorden untuk membelah 
Alih-alih menggunakan partisi tetap – dari kayu, baja atau bahan padat lainnya – Anda bisa menggunakan gorden. Carilah kain bagus dengan cetakan yang indah dan pilih gaya yang paling sesuai dengan ruang Anda.

Jika Anda ingin tirai membuat privasi, pilihlah kain yang lebih berat. Tetapi jika Anda hanya ingin mendekorasi dan memisahkan ruang secara virtual, kain ringan paling banyak ditunjukkan.

Selasa, 05 September 2017

Rumah Sejuk Tanpa AC



Suhu udara panas, mesin Air Conditioner (AC) pun menjadi satu-satunya pilihan agar rumah menjadi sejuk .

Padahal, sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari penggunaan AC tetapi rumah masih bisa tetap tidak panas dan bahkan terasa sejuk.

Dosen Arsitektur UNS, Ir. Rahmadi Nugroho, MT mengatakan untuk mendapatkan suasana sejuk tanpa AC di dalam rumah ada beberapa hal yang bisa diusahakan.

Hal pertama adalah memilih lingkungan luar. Suasana luar dapat dibuat lebih sejuk dengan memilih lokasi rumah dekat area pepohonan atau tempat dengan
persawahan yang banyak.

Atau pemilik rumah menanam banyak tanaman di luar rumah untuk memberikan rasa sejuk ke dalam rumah.

“Memilih lingkungan hijau bisa menciptakan lingkungan sejuk di luar rumah, sehingga mampu menyejukan suasana dalam rumah,” katanya.

Selain lingkungan pemilihan bahan bangunan juga penting. Untuk mendapatkan suasana sejuk di dalam rumah, sebaiknya memilih bahan yang tidak meneruskan panas, misalnya dengan menggunakan lapisan aluminium foil sebagai pelapis dan dipasang di bawah genteng.

Plafon yang tinggi dengan memasang enternit juga akan mengurangi panas, karena udara panas yang terjebak di atas tidak turun lagi.

“Memilih bahan juga perlu untuk mengurangi panas, misalnya dengan memasang pelapis aluminium foil di atap,” ujarnya.



Selengkapnya : http://blog.citragran.com/content-244-rumah-sejuk-tanpa-ac.html

Langkah Mudah Hemat Energi di Rumah



Menghemat energi bisa dilakukan dimulai dari rumah sendiri. Banyak langkah simpel yang bisa Anda lakukan untuk melakukan langkah hemat energi di rumah.

Banyak keuntungan yang bisa Anda dapat jika melakukan hemat energi di rumah . Mulai dari mengurangi tagihan listrik, dan secara tidak langsung Anda telah  berkontribusi agar lingkungan tetap sehat. Kali ini, kita akan membahas bagaimana langkah menghemat energi di ruang tamu. Seperti apa? Berikut penjelasannya yang dilansir dari Okezone.com.

Pertama, ganti lampu di ruang tamu dengan menggunakan lampu hemat energi. Mengganti lampu rumah dengan yang hemat energi dapat membuat penggunaan listrik di rumah bisa di rem hingga 66 persen.

Kedua, gunakan colokan yang terdiri atas banyak lubang yang bisa dimati hidupkan dari satu sumber. Jika sedang tidak digunakan, colokan ini bisa dimatikan semua sumber listriknya sehingga dapat mengurangi konsumsi energi di rumah hingga 15 persen.

Ketiga, cabut colokan televisi jika sedang tidak digunakan. Rata-rata televisi menyala hingga 17 jam per hari. Cabut colokan televisi jika sedang tidak digunakan untuk menghemat energi listrik.


Selengkapnya :  http://blog.citragran.com/content-243-langkah-mudah-hemat-energi-di-rumah.html

Merawat Roof Garden Agar Senantiasa Hijau


Semakin pesatnya pembangunan properti , menggerus lahan terbuka hijau. Salah satu cara masyarakat mengakali untuk membuat lahan terbuka hijau adalah dengan membuat roof garden di atap rumah atau gedung untuk menggantikan halaman. Indah dan efektif, tapi tentu membutuhkan perawatan seperti halnya taman biasa.

Berikut cara merawat kebun atap:

1. Pupuk dan pengairan

Kebun atap umumnya dibuat dengan lapisan tanah yang relatif tipis, untuk meminimalkan bobot yang dibebankan pada atap. Karena itu tanaman bisa kekurangan nutrisi sehingga membutuhkan pupuk tambahan.

Anda sebaiknya rutin memberikan pupuk yang jenisnya mudah terurai dari satu titik ke titik lain di roof garden. Bila roof garden Anda berada di atap dengan kemiringan yang curam, kemungkinan besar air hujan cepat terbuang sebelum benar-benar terserap tanah.

Untuk itu Anda harus membuat sistem irigasi, air yang dikeluarkan hanya setetes demi setetes namun dalam jangka waktu rutin. Ini untuk mencegah air menggenang di permukaan tanah karena penyerapan yang lambat.

2. Pemangkasan

Meskipun tanaman di roof garden tumbuh lebih lambat dari taman pada umumnya, bukan berarti Anda tidak perlu melakukan pemangkasan. Anda tetap harus memastikan tanaman Anda terbebas dari gulma. Pemangkasan ujung-ujung tanaman yang mulai tua dan layu juga dibutuhkan agar penyerapan nutrisi tetap optimal.

3. Lapisan membran

Dalam pembuatannya, roof garden selalu dilengkapi dengan lapisan membran yang menjaga agar air dari permukaan tanah tidak membasahi permukaan atap bangunan. Ada baiknya lapisan membran dicek secara berkala dan bergantian dari satu petak ke petak lain di roof garden Anda.



Selengkapnya : http://blog.citragran.com/content-242-merawat-roof-garden-agar-senantiasa-hijau.html